Komunitas id-Android Kopdar Pertama

Gathering-02JAKARTA, KOMPAS.com – Meski baru seumur jagung, komunitas id-android sudah kelihatan ramai. Kopdar (kopi darat) alias temu muka di antara anggota yang selama ini hanya berhubungan lewat milis di dunia maya pun digelar. Pertemuan yang dilakukan secara informal tersebut digelar di Cone, FX Plaza, Jakarta, Sabtu (5/12).

Tidak hanya menjadi ajang temu muka, kopdar juga menjadi ajang berbagi pengalaman dalam menggunakan dan mengotak-atik Android. Tampil menjadi narasumber antara lain Lesjaw yang dikenal sebagai hacker Android, pemerhati Android Lucky Sebastian, pemenang kontes aplikasi Android IWIC Muhammad Rayhan dan Oon Arfiandwi, serta Daniel Tumiwa, Brand Development Manager PT Djarum.

“Sekitar 100 orang hadir dari 500-an anggota milis id-android. Teman-teman dari media dan operator telekomunikasi juga datang,” ujar Agus Hamonangan, moderator milis id-android@googlegroups.com di Jakarta, Sabtu (5/12).

Ia mengatakan milis ini tidak hanya untuk pengguna Android namun juga para pengembang dan praktisi yang berhubungan dengan platform tersebut. Aktivitas milis id-android, jelas Agus baru berjalan sekitar 4 bulan sejak perangkat Android pertama masuk ke Indonesia. Meski demikian komunitas ini sebenarnya sudah dibentuk dua tahun lalu saat Google pertama kali mengumumkan proyek tersebut.

Selain para pengguna dan pengembang Android, petemuan tersebut juga sekaligus menjadi kopdar komunitas ID-GTUG (Google Technology User Group Indonesia). Android sendiri salah satu produk Google yang disediakan cuma-cuma kepada komunitas sebagai platform smartphone dan PC.

http://tekno.kompas.com/read/2009/12/05/15452899/komunitas.id-android.kopdar.pertama

Komunitas dengan 10.000 email per bulan


android logoKOMPAS.com 
- Sebuah komunitas berkembang karena anggotanya memiliki ketertarikan yang sama pada suatu bidang. Begitu pula yang dialami komunitas id-Android. Dengan ketertarikan yang sama terhadap Android, komunitas ini telah memiliki anggota 7.300 orang dan milisnya memiliki data postingan sebanyak 10.000 e-mail per bulan.

Sejarah Android di Indonesia dimulai bulan Juni 2009, saat masuknya ponsel Android pertama kali yakni HTC Magic yang di-bundling operator Telkomsel. Android benar-benar mulai booming saat operator Indosat meluncurkan 6 (enam) brand ponsel android sekaligus (HTC, Samsung, LG, Sony Ericsson, Motorola, Huawei) bulan Februari tahun 2010.

Sedangkan komunitas id-Android didirikan 5 November 2007 oleh Agus Hamonangan dan Edi Taslim. Milis komunitas ini mulai berkembang sejak Desember 2009 seiring masuknya ponsel Android di Indonesia. Saat itu, 5.000 lebih e-mail mulai masuk ke milis resmi komunitas ini.

Agus Hamonangan kepada KOMPAS.com mengatakan, latar belakang didirikannya komunitas ini adalah karena ia seorang pencinta Google dan ia ingin menciptakan wadah untuk berkumpulnya para pencinta Android. Hal-hal yang biasanya dibahas oleh komunitas ini adalah review ponsel android dan tablet android, layanan data atau internet dari operator, dan jual beli ponsel Android.

“Komunitas ini juga tempat bertanya dan sharing seputar hardware, software, maupun aplikasi,” tambah Agus melalui wawancara e-mail. Komunitas id-Android tahun 2010 sering melakukan gathering, namun di tahun 2011 mulai dikurangi sehingga baru dua kali gathering di tahun ini. Pada saat gathering biasanya komunitas ini sharing tentang “how to root” dan presentasi aplikasi android lokal.

Selain milis, komunitas ini juga memiliki forum di website id-Android. Forum ini terbagi atas beberapa kategori bahasan seperti pengumuman (lomba, kompetisi, gathering, events), tentang Android secara umum, tentang developer zone yang terdiri atas showcase produk dan tips serta trik-nya, juga ada pula kategori vendor smartphone dan tablet. Untuk bergabung di komunitas ini, bisa melakukan pendaftaran milis melalui e-mail id-android+subscribe@googlegroups.com atau ikuti forumnya di www.forum.android.or.id.

Bicara tentang perkembangan Android di Indonesia, menurut Agus, Android akan semakin booming karena banyak vendor lokal yang akan meluncurkan perangkat android, baik ponsel maupun tablet.

“Android juga digemari di Indonesia karena teleh memenuhi kebutuhan mobile application seperti layanan e-mail, navigasi, office, dan nilai tambahnya dengan fasilitas mobile Google service,” ujar Agus.

Untuk data mengenai penjualan Android di Indonesia, Agus mengaku tidak memiliki data tersebut karena operator di Indonesia belum bisa membagi data. “Yang tahu tentang data ini adalah vendor masing-masing brand, namun biasanya mereka tidak mau memberikan data karena terkait rahasia perusahaan,” tutup Agus.